Senin, 04 Mei 2015

Perubahan Tampilan Blog dengan Wordpress

Perbedaan tampilan Awal Blog dengan Wordpress

Tampilan pada saat mau posting artikel

Tampilan judul artikel yang pernah di buat




Pembangunan Gedung Pencakar Langit Dengan Material Karbon Fiber




  
Kejadian aksi terorisme yang hampir tidak terlupakan adalah aksi dibombardirnya menara WTC oleh dua buah pesawat penumpang yang dibajak. Hal ini merupakan ancaman bagi para pendesain dan penghuni gedung-gedung pencakar langit. Gelombang kejut yang dihasilkan dari runtuhnya gedung WTC ini membuat orang-orang khawatir dengan membuat gedung-gedung pencakar langit tandingan, semua kekhawatiran ini hampir terjadi di seluruh pelosok dunia. Namun ternyata, aksi serangan yang mengakibatkan kehancuran total ini tidak menghambat pertumbuhan gedung-gedung pencakar langit di bumi. Kenyataannya, gedung pencakar langit memiliki kecepatan pertumbuhan yang tidak terprediksi sejak kejadian 9/11. Semenjak 11 September 2011 manusia berlomba-lomba membuat gedung tertinggi hingga rekor gedung tertinggi dipegang dengan ketinggian 377 meter. Sebuah tipe bangunan telah lahir, melahirkan tantangan yang baru dan meraih menuju tujuan yang baru. Bangunan seperti ini sudah dikategorikan sebagai gedung super tinggi. Secara teknis, kategori gedung super tinggi yang telah didefinisikan oleh Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Daerah Urban merupakan gedung yang memiliki ketinggian minimal 300 meter atau 984 kaki. Hal ini termasuk gedung Empire State yang memiliki ketinggian 380 meter. Bahkan Gedung Empire State ini telah bisa dikategorikan sebagai gedung super tinggi sebelum ditemukan istilah tersebut. Dua menara gedung World Trade Center yang mulai didirikan pada tahun 1966, meraih ketinggian sebesar 1368 dan 415 meter. Namun, hanya dalam kurun waktu 15 tahun para arsitek dan insinyur mulai melihat bangunan super tinggi merupakan bangunan yang memiliki kategori baru dengan berbagai tantangan dan kesempatan yang diciptakannya. Sebuah firma mengambil kesempatan memimpin revolusi arsitektur ini dan mendefinisi ulang batas-batas arsitektur, rekayasa dan konstruksi. Skidmore, Owing dan Merrill atau SOM, adalah perusahaan yang sangat terkenal dengan karya yang dihasilkannya yaitu Burj Khalifa. Bangunan ini hingga sekarang masih memegang rekor sebagai gedung tertinggi di dunia. Namun perusahaan ini tidak cukup puas dengan rating mereka sebagai pemegang rekor gedung tertinggi. SOM ingin selalu memecahkan rekor ini. Dengan klien yang tepat, mereka optimis dapat membangun gedung setinggi 1 mile. Apa yang membuat perusahaan ini memiliki kepercayaan diri yang tinggi? Sebuah proses yang membangun pondasi dari semua proses rumit dalam industri ini. Semua dimulai dari sebuah ide, dan sketsa tradisional dan evaluasi desain masih merupakan metode yang penting dari arsitektur. Namun ketika sketsa ini berevolusi menjadi bangunan super tinggi, langkah berikutnya adalah mengkaji apakah sktesa yang telah dibuat dapat direalisasikan. Printer 3D SOM mencetak lusinan dan lusinan model dari masing-masing desain yang telah dibuat, menempelkan sensor-sensor pada model tersebut dan menaruhnya di terowongan angin sehingga dapat dengan cepat diketahui dimana saja titik kelemahan bangunan. Setelah didapatkan hasil pemindaian maka dievaluasi dan didesain ulang lagi di papan dengan cara konvensional, kolaborasi antara [teknologi] dan imajinasi telah membuat manusia melewati batasnya melebihi apa yang dibayangkan sebelumnya. Kunci utamanya adalah riset dan riset, SOM tidak asing lagi dengan ide-ide radikal yang dibuat oleh pada arsitek dan insinyurnya. Ada beberapa insinyur yang masih mengembangkan beton untuk bahan dasar bangunan, ada juga yang telah memikirkan jauh lebih modern untuk menggantikan bahan dasar bangunan dari beton ke komposit [**karbon fiber**](http://portal.paseban.com/article/47311/karbon-fiber-revolusi-arsitek-pembangunan-gedung-pencakar-langit "Revolusi Arsitek Dalam Pembangunan Gedung Pencakar Langit Dengan Material Karbon Fiber"). Dengan berat yang sama, material super kuat ini memberikan struktur yang kuat pada kendaraan balap dan pesawat jet. Namun penggunaan karbon fiber untuk bahan dasar bangunan harus dikaji lebih lanjut oleh para ilmuwan. Bukan saja material ini yang sangat mahal, namun memiliki banyak kelebihan seperti beratnya yang sangat ringan. Orang-orang sudah terbiasa bahwa ruangan yang solid dan konkroit berarti berdinding tebal dan memiliki besi yang besar-besar sebagai penopangnya. Namun jika bangunan dibangun dari karbon fiber maka bangunan ini terlihat jauh lebih tipis meskipun sama-sama kuatnya, orang-orang akan menjadi sangat khawatir karena merasa berpijak pada sebidang seng. Sejalan dengan semakin populer dan menjamurnya gedung super tinggi, ide-ide baru yang revolusioner dan berbahaya seperti ini akan semakin lama semakin berkembang. Kejadian 9/11 tidak membatasi keberanian dan kenekatan para insinyur dan arsitek untuk menancapkan bangunan-bangunan super tingginya. Hal ini merupakan revolusi arsitektur secara besar-besaran. Pada tahun 2017 akan dibangun Kingdom Tower di Jeddah, Saudi Arabia yang ditangani oleh perusahaan konstruksi kelas dunia yaitu SOM dengan ketinggian 1 kilometer. Mungkin ini merupakan pertanda pertumbuhan manusia. Kecepatan pertumbuhan manusia hampir selalu secara eksponensial dan satu-satunya cara untuk mendapatkan tempat tinggal adalah mengarah ke atas. Kabar baiknya, para arsitektur sudah siap dengan tantangan-tantangan untuk menghadapi populasi manusia yang terus membludak beserta masalah yang dibawanya.




Cara Mengikat Besi Tulangan




  • Panjang besi sengkang perbuah 15cm + 15 cm +10 cm + 10 cm + 5 cm + 5cm = 60 cm atau jika dikonversikan kedalam satuan meter adalah 0,6 m.

  • Jumlah panjang keseluruhan 10 kolom praktis dengan tinggi perbuah 3 meter adalah 10 x 3m = 30 m.
  • Karena besi sengkang dipasang setiap jarak 20 cm atau 0,2 m maka dapat dicari jumlah terpasang untuk panjang 30 m yaitu 30 : 0,2 = 150 bh.

  • Jika kita membeli ditoko bangunan dalam bentuk jadi maka bisa langsung memesan 150 besi sengkang dengan menambahkan faktor keamanan 10 buah jadi 160 bh.

  • Jika kita ingin membuat sendiri besi sengkang tersebut sehingga hanya membeli besi batangan dimater 8 mm maka kita hitung terlebih dahulu panjang kesuluruhan besi sengkang yang dibutuhkan.

Cara menghitung total panjang besi sengkang yaitu mengalikan jumlah dengan panjang perbuah atau 150 bh x 0,6 m = 90 meter
Karena panjang satu batang besi dipasaran adalah 12 m maka dapat kita ketahui jumlah besi yang dibutuhkan dalam satuan batang yaitu 90 m : 12 m = 7.5 dibulatkan 8 batang diameter 8 mm.
Dari perhitungan diatas dapat kita ketahui kebutuhan besi sengkang yaitu 150 bh atau 8 batang besi. sedangkan untuk tulangan pokok perhitunganya lebih mudah karena hanya mengalikan panjang keseluruhan kolom dikalikan 4 bh yaitu 4 x 30 m = 120 m dan untuk mengetahui dalam jumlah batang maka tinggal membaginya dengan panjang besi perbatang 12 m yaitu 120 : 12 = 10 batang. hasil perhitungan :
Besi D 8 mm = 8 batang
    Besi D 10 mm = 10 batang





    IDENTITAS


    Nama lengkap   : Puspa Unggul Adhitia
    Jenis kelamin     : Laki-Laki
    Tempat & tgl lahir : Kebumen, 05 Desember  1995
    Anak  ke : 2 dari 3 bersaudara
    Alamat : Kedungwinangun, Rt 03/05, Klirong, Kebumen, Jawa tengah
    No. Telp : 089699086xxx
    Agama : Islam
    Hobi : main
    Status perkawinan : Belum
    Tinggi badan : 165cm
    Warna kulit : Coklat
    Kewarganegaraan : Indonesia





    RIWAYAT PENDIDIKAN

    SD                          : SDN 3 Kedungwinangun                             :  2002 – 2008
    SMP                       : SMPN 4 Kebumen                                     :  2008 – 2011
    SMA                       : SMK Ma’arif 1 kebumen                            :  2011 - 2014
    Universitas               : Universitas Teknologi Yogyakarta                :  2014 – Sekarang




    NAMA                  : PUSPA UNGGUL ADHITIA

    NIM                       : 5140811124

    “WADUK WADASLINTANG”



    Waduk “Wadaslintang”, pembangunan dimulai pada tahun 1982 dan diresmikan pada tahun 1988. Waduk “Wadaslintang” ini dibangun di Areal lembah yang curam. Tanah yang diperlukan untuk kawasan waduk tersebut mencapai 226.266 ha dan mencakup 9 desa, sehingga pada awal pembangunannya, harus memindahkan sekitar 7.000 orang penduduk di perbatasan Kabupaten Kebumen dan Wonosobo pembangunan waduk ini juga membutuhkan waktu sekitar 7 tahun pembangunannya. Pembangunan waduk ini dilakukan dalam masa pemerintahan Presiden Soeharto.

    Waduk ini menggunakan “Kali Gede” sebagai sumber air utamanya dengan beberapa anak sungai kecil lainnnya yang menyuplai air ke waduk “Wadaslintang”. Waduk ini juga berguna untuk mensuplai kebutuhan air irigasi areal persawahan di daerah Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Purworejo Waduk “Wadaslintang”, juga  merupakan objek wisata yang unik, karena letaknya diperbatasan Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Wonosobo. Sebagian dari genangan air adalah wilayah Wonosobo, sedangkan sekitar 1133 Ha, termasuk bangunan kantor, bendungan, pembangkit listrik, dan dua saluran induk adalah wilayah Kabupaten Kebumenobyek wisata. Keindahan alamnya menjadi daya tarik para wisatawan, daerah sekitar waduk terdiri atas perbukitan yang hijau yang indah. Waduk “Wadaslintang” adalah waduk yang terletak di wilayah Kecamatan Wadaslintang


    Di waduk ini juga banyak masyarakat sekitas yang memanfaatkan genangan air yang ada di waduk wadaslintang sebagai tempat pembudidayaan ikan yang di pelihara di keramba- keramba apung .di waduk wadaslintang juga banyak orang memancing ikan  dan banyak macam macam ikan yang ada di waduk ini tak hanya cukup sampai di sini waduk wadaslintang ini juga memiliki alam yang sangat luar biasa indahnya pemandangan dan udara pengunungan yang sejuk.



    NAMA             : PUSPA UNGGUL ADHITIA
    NIM                 : 5140811124




    Senin, 23 Maret 2015

    STRUKTUR DAN KONSTRUKSI PONDASI SARANG LABA-LABA


    Konstruksi Sarang Laba-Laba adalah konstruksi sub struktur yang ditemukan oleh, Ir. Ryantori dan (Alm) Ir. Sutjipto dan sekarang pemegang patennya adalah PT. Katama Suryabumi yang telah dikembangkan sejak tahun 1976 . Filosofi konstruksi sarang laba-laba merupakan konstruksi pondasi dangkal yang kaku, kokoh, menyeluruh tetapi ekonomis dan ramah gempa. Konstruksi ini dirancang untuk mampu mengikuti arah gempa baik horisontal maupun vertikal karena menggunakan media tanah sebagai bagian dari struktur pondasi. Konstruksi pondasi bangunan berupa beton bertulang menyerupai sarang laba-laba (KSLL) dan tanah yang dipadatkan adalaha sistem pondasi pertama di dunia yang mampu memaksa tanah berfungsi sebagai struktur.
     Pondasi KSLL merupakan kombinasi konstruksi bangunan bawah konvensional yang merupakan perpaduan pondasi plat beton pipih menerus yang di bawahnya dikakukan oleh rib-rib tegak yang pipih tinggi dan sistem perbaikan tanah di antara rib-rib. Kombinasi ini menghasilkan kerja sama timbal balik yang saling menguntungkan sehingga membentuk sebuah pondasi yang memiliki kekakuan (rigidity) jauh lebih tinggi dibandingkan sistem pondasi dangkal lainnya. Dinamakan sarang laba-laba karena pembesian plat pondasi di daerah kolom selalu berbentuk sarang laba-laba. Juga bentuk jaringannya yang tarik-menarik bersifat monolit yaitu berada dalam satu kesatuan. Ini disebabkan plat konstruksi didesain untuk multi fungsi, untuk septic tank, bak reservoir, lantai, pondasi tangga, kolom praktis dan dinding. Rib (tulang iga) KSLL berfungsi sebagai penyebar tegangan atau gaya-gaya yang bekerja pada kolom. Pasir pengisi dan tanah dipadatkan berfungsi untuk menjepit rib-rib konstruksi terhadap lipatan puntir. 
    Sesuai dengan definisinya, maka Konstruksi Sarang Laba-Laba terdiri dari 2 bagian konstruksi, yaitu :


    1. Konstruksi beton
    a.       Konstruksi beton pondasi KSLL berupa pelat pipih menerus yang dibawahnya dikakukan oleh rib-rib tegak yang pipih tetapi tinggi.
    b.      Ditinjau dari segi fungsinya, rib-rib tersebut ada 3 macam yaitu rib konstruksi, rib settlement dan rib pengaku.
    c.       Bentuknya bisa digambarkan sebagai kotak raksasa yang terbalik (menghadap kebawah).
    d.      Penempatan / susunan rib-rib tersebut sedemikian rupa, sehingga denah atas membentuk petak-petak segitiga dengan hubungan yang kaku (rigid).
    2. Perbaikan tanah / pasir
    a.       Rongga yang ada diantara rib-rib / di bawah pelat diisi dengan lapisan tanah / pasir yang memungkinkan untuk dipadatkan dengan sempurna.
    b.      Untuk memperoleh hasil yang optimal, maka pemadatan dilaksanakan lapis demi lapis dengan tebal tiap lapis tidak lebih dari 20 cm, sedangkan pada umumnya 2 atau 3 lapis teratas harus melampaui batas 90% atau 95% kepadatan maksimum (Standart Proctor). Adanya perbaikan tanah yang dipadatkan dengan baik tersebut dapat membentuk lapisan tanah seperti lapisan batu karang sehingga bisa memperkecil dimensi pelat serta rib-ribnya. Sedangkan rib-rib serta pelat KSLL merupakan pelindung bagi perbaikan tanah yang sudah dipadatkan dengan baik. 
    Berikut penerapan struktur dan pondasi sarang laba-laba pada sebuah bangunan gedung.
    1.      Tahap Perencanaan : struktur gedung didesain hingga diketahui gaya kolom yang harus dipikul pondasi. Selanjutnya dilakukan perhitungan settlement sebagai kinerja struktur agar dapat diantisipasi. Dengan gaya yang bekerja, pondasi KSLL didesain supaya didapat dimensi pelat, jarak dan tebal rib, serta detail penulangannya.
    2.      Tahap Pelaksanaan : dilakukan pekerjaan persiapan yang bertujuan menghasilkan permukaan tanah dengan elevasi yang sudah direncanakan. Kemudian dilakukan pembetonan rib yang dapat dilaksanakan dengan metode cor di tempat (in situ) atau pracetak.
    3.      Tahap Finishing : setelah rib terpasang, rongga antara rib diisi dengan tanah timbunan dan pasir, lalu dipadatkan dan pelat beton dicor di atasnya, sehingga dihasilkan pondasi KSLL

    Pada dasarnya pondasi KSLL bertujuan untuk memperkaku sistem pondasi itu sendiri dengan cara berinteraksi dengan tanah pendukungnya. Seperti diketahui bahwa jika pondasi semakin fleksibel, maka distribusi tegangan / stress tanah yang timbul akan semakin tidak merata, terjadi konsentrasi tegangan pada daerah beban terpusat. Dan sebaliknya, jika pondasi semakin kaku / rigid, maka distribusi tegangan / stress tanah akan semakin merata. Hal ini mempengaruhi kekuatan pondasi dalam hal penurunan yang dialami pondasi.
    Dengan pondasi KSLL, karena mempunyai tingkat kekakuan yang lebih tinggi, maka penurunan yang terjadi akan merata karena masing-masing kolom dijepit dengan rib-rib beton yang saling mengunci. Menurut Lokakarya yang diadakan di Bandung pada pertengahan tahun 2004
    oleh Puslitbang Depkimpraswil yang dihadiri oleh para pakar gempa dan tanah, disimpulkan kelebihan-kelebihan pondasi KSLL adalah sebagai berikut :

    1.      KSLL memiliki kekakuan yang lebih baik dengan penggunaan bahan bangunan yang hemat dibandingkan dengan pondasi rakit (raft foundation).
    2.      KSLL memiliki kemampuan memperkecil differential settlement dan mengurangi irregular differential settlement apabila dibandingkan dengan pondasi rakit. 
    3.      KSLL mampu membuat tanah menjadi bagian dari struktur pondasi karena proses pemadatannya akan meniadakan pengaruh lipat atau lateral buckling pada rib.
    4.      KSLL berpotensi untuk digunakan sebagai pondasi untuk bangunan bertingkat rendah (2 lantai) yang dibangun di atas tanah lunak dengan mempertimbangkan total settlement yang mungkin terjadi.
    5.      Pelaksanaannya tidak menggunakan alat-alat berat dan tidak mengganggu lingkungan sehingga cocok diterapkan baik di lokasi padat penduduk maupun di daerah terpencil.
    6.      KSLL mampu menghemat pengunaan baja tulangan maupun beton
    7.      Waktu pelaksanaan yang diperlukan relatif lebih cepat dan dapat dilaksanakan secara padat karya.
    8.      KSLL lebih ekonomis dibandingkan pondasi konvensional rakit atau tiang pancang, lebih-lebih dengan pondasi dalam, sehingga cocok digunakan oleh negara-negara sedang berkembang sebab murah, padat karya dan sederhana.